Teman-teman kali ini saya mau berbagi tips cara melatih olah vocal bagi teman-teman yang ingin berolah vocal lebih lanjut.......
Ok....pada penjelasan saya pada postingan saya sebelumnya yaitu "Latihan Pemanasan Sebelum Bernyanyi", pada postingan tersebut saya sudah menjelaskan bahwa ada tiga elemen pokok penghasil bunyi yang kita suarakan yaitu:
- Paru-paru sebagai sumber tenaga
- Larynx sebagai penggetar
- Pharynx sebagai ruang pemantul tenggorokan, rongga mulut, dan rongga hidung sebagai resonator.
Berhubung karena resonator vocal yang memberikan kontribusi yang paling signifikan, yakni: TENGGOROKAN, MULUT, dan HIDUNG, maka ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan yaitu:
- Suara gelap (seakan-akan ditelan dan berkesan jauh) diakibatkan oleh konsentrasi suara terlalu terfokus pada resonator tenggorokan.
- Suara terang, lebar dan memiliki fokus ke depan diakibatkan oleh konsentrasi suara terlalu terfokus pada resonator mulut.
- Suara sengau diakibatkan konsentrasi suara yang terlalu terfokus pada resonator hidung.
Selain elemen pokok tersebut di atas masih ada elemen yang harus mendapat perhatian penuh, untuk menunjang artikulasi vocal (pengucapan vokal), elemen tersebut adalah posisi lidah. Posisi lidah yang baik saat bernyanyi sebaiknya datar dan berada di belakang lengkung gigi seri bagian bawah.
Nah, sampai disini teman-teman masih mengerti bukan? Kita lanjut yuk........
Setelah kita mengerti dan paham beberapa elemen pokok di atas, masih ada hal yang harus kita ketahui untuk menunjang kualitas keindahan vocal kita yaitu:
- PERNAPASAN
2. POSISI TUBUH
Posisi tubuh yang baik dalam bernyanyi adalah dengan posisi duduk/berdiri yang baik dan benar, yaitu:
- Mencari posisi berdiri yang paling nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki.
- Sedapat mungkin membentuk garis lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala.
- Jangan mengencangkan otot-otot betis atau bertumpu pada kedua tumit.
- Kedua lutut harus terasa longgar dan dapat bergerak dengan bebas
- Perut bagian bawah (di bawah pinggang hingga pinggul) harus sedikit ditarik ke dalam tanpa dipaksakan. Bila perut bagian bawah bergerak terlalu ke depan akan menyebabkan badan melengkung.
- Perut bagian atas (pinggang hingga tulang rusuk) sangat penting untuk pernapasan, karena itu perut bagian atas harus terasa bergerak bebas. Bila perut bagian atas terlalu ditarik ke dalam atau terlalu didorong ke luar secara berlebihan dapat mengakibatkan ketegangan yang pada akhirnya akan mengganggu proses pernapasan.
- Posisi punggung harus lurus sehingga tulang belakang terangkat.
- Dada harus dalam posisi tegap tanpa dipaksakan dengan catatan bahwa dada tidak boleh bergerak naik dan turun pada waktu kita mengambil dan mengeluarkan napas.
- Bahu harus sedikit ditarik ke belakang , dan selama bernapas atau bernyanyi bahu tidak boleh bergerak.
- Kedua lengan harus dapat bergerak dengan bebas dan tidak terasa kaku.
- Hindari gerakan-gerakan yang mencerminkan rasa gugup seperti menggosok-gosokkan ibu jari, mengepalkan tangan, meraba-raba pakaian, mengusap-usap rambut dan sebagainya.
- Hindari kebiasaan mengangkat dagu saat membidik nada tinggi.
Berikut ini saya juga akan share-kan beberapa tips latihan pemanasan dan olah vocal sebelum bernyanyi:
LATIHAN MELENTURKAN TUBUH
- Berdiri/duduklah dengan posisi tegak (bayangkan anda adalah seorang raja atau ratu yang sedang berjalan dengan angkuh)
- Kedua tumit tidak saling menempel
- Kedua kaki terpisah dengan jarak kurang lebih 15 cm. Salah satu kaki dapat diletakkan di sebelah depan dengan jari-jari kaki dalam posisi normal
- Secara perlahan bersandar ke depan pada telapak kaki dan kemudian kembali ke posisi semula yaitu pada tumit. Temukan posisi berdiri yang terbaik dengan mencari titik tengah diantara tumit dan telapak kaki
- Tundukkan kepala hingga menyentuh dada dan perhatikan bahwa antara leher dan tulang belakang sekarang terpisah
- Membayangkan kepala seolah-olah tergantung di langit-langit kamar dan terlepas dari tubuh
- Memutar kepala ke kiri dan ke kanan dengan tujuan melemaskan persendian leher
- Menggerakkan lengan secara terpisah, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak tangan dan lengan
- Menggerakkan kaki, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak kaki
- Melompat dengan tujuan mengendurkan semua ketegangan pada persendian dan otot
- Melenturkan bahu dan leher dengan cara menundukkan dan menengadahkan leher ke depan dan ke belakang
- Melenturkan lutut dengan cara menekuk lutut
- Menggerakkan tumit naik dan turun sambil menjulurkan tangan ke atas sejauh mungkin
Beberapa latihan praktis untuk latihan pernapasan diafragma:
MENGHIRUP UDARA :
- sikap berdiri tegak
- salah satu tangan berada di pinggang
- tangan lainnya menekan pusar
- dengan meniru bentuk mulut ikan hirup udara pelan-pelan dengan menggunakan hidung dan mulut.Bayangkan bahwa anda sedang mencoba mengenali aroma suatu parfum
- selama proses pengisian udara berlangsung bayangkan bahwa tubuh anda ibarat balon yang mengembang karena diisi udara
- menahan udara yang telah diambil dengan rileks (posisi tubuh yang mengembang) dan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara perlahan
MENGELUARKAN UDARA:
- mengeluarkan udara yang telah diambil dengan menggunakan konsonan "sh"
- menenangkan seorang bayi yang sedang menangis
- menirukan bunyi lebah
- membayangkan sedang meniup balon yang melayang di udara agar tidak terjatuh ke tanah
MENGAKTIFKAN DIAFRAGMA:
- tertawa dengan bebas ibarat seseorang berbadan gemuk tengah tertawa mengakak karena melihat adegan yang sangat lucu: ho - ho - ho - ho -ho
- tertawa mengikik ibarat seorang nenek sihir jahat yang tengah tertawa kegirangan karena melihat korbannya diliputi ketakutan: hi - hi - hi - hi - hi
LATIHAN OLAH VOCAL
Berikut ini saya share-kan tips untuk olah vocal:
- Relax.
Seluruh badan mulai dari kepala sampai ujung kaki harus diberi latihan supaya santai.
Misal:
ambil napas pelan-pelan, lalu hembuskan. Diulang terus dengan teratur.
Bisa juga pada saat menghembuskan badan kamu bungkukkan badan (kayak posisi rukuk waktu sholat, tapi kepala nggak lihat ke depan, tapi ke bawah (bahkan agak ngeliat ke belakang lewat kolong kedua kaki), juntaikan tangan ke bawah. Digoyangkan biar relax. (posisi kedua telapak kaki lurus ke depan dengan jarak sejengkal di antara keduanya.Lalu perlahan-lahan naik, angkat badan kamu, tapi tumpu kekuatan lewat punggung. Jadi kamu akan ngerasa kalau tulang belakang kamu itu perlahan-lahan naik ke atas ngikutin badanmu yang ikut tegak. Selama proses itu kamu bernapas dengan teratur. (Kalau ada temanmu, dia bisa memijat punggung sembari badanmu naik menuju posisi tegak Itu sangat membantu proses relaksasi.
- Latih bagian rahang dengan huruf-huruf vokal dan konsonan.
latihan diafraghma:
huruf K-Ch-K-ch-sssst-th. dengan tempo cepat.
ho-ho-ho...ha-ha-ha
Lalu latihan wilayah nasal (hidung):
"nya-nya-nya" dengan benar-benar menekankan suara cempreng dari hidung.
Lalu latihan bibir
nyanyikan tangga nada dengan bibir terkatup jadi bunyinya bakal
"brrrrr-brrrr-brrr-brrr"
nyanyikan tangga nada, arpeggio, secara staccato (patah) maupun legato.
Latihan lidah
"La-la-la. ra ra ra, tatata."
(biar ga bosen bisa sekalian latih semuanya pakai tangga nada, arpeggio.)
- Setelah sudah relaks, kamu baru boleh nyanyi.
Nah, sampai disini dulu postingan saya kali ini, mudah-mudahan dapat bermamfaat bagi kita semua. Jika ingin di share-kan mohon disertakan sumbernya. Dan bagi pengunjung yang bertamu ke blog saya mohon meninggalkan jejak.
